Senin, 08 Juli 2013

Sejarah Bahasa Arab



Historisitas Perkembangan Bahasa Arab

(Pengenalan Materi Bahasa Arab)
Dalam sejarah perkembangan bahasa Arab, terdiri dari beberapa periode, antara lain :
1. Periode Jahiliyah. Priode ini munculnya nilai-nilai standarisari pembentukan bahasa Arab fusha, dengan adanya beberapa kegiatan penting yang telah menjadi tradisi masyarakat Makkah. Kegiatan tersebut berupa festifal syair-syair Arab yang diadakan di pasar Ukaz, Majanah, Zul Majah. yang akhirnya mendorong tersiar dan meluasnya bahasa Arab, yang pada akhirnya kegiatan tersebut dapat membentuk standarisasi bahasa Arab fusha dan kesusasteraannya.
2. Periode Permulaan Islam. Turunnya Al-Quran dengan membawa kosa kata baru dengan jumlah yang sangat luar biasa banyaknya menjadikan bahasa Arab sebagai suatu bahasa yang telah sempurna baik dalam mufradat (kosa kata), makna, gramatikal dan ilmu-ilmu lainnya. Adanya perluasan wilayah-wilayah kekuasaan Islam sampai berdirinya Daulah Umayah . Setelah berkembang kekuasaan Islam, maka orang-orang Islam Arab pindah ke negeri baru, sampai masa Khulafa’ ar-Rasyidin.
3. Periode bani Umayah. Terjadinya percampuran orang-orang Arab dengan penduduk asli akibat adanya perluasan wilayah Islam. Adanya upaya-upaya orang Arab untuk menyebarkan bahasa Arab ke wilayah melalui akspansi yang beradab. Melakukan Arabisasi dalam berbagai kehidupan, sehingga penduduk asli mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa agama dan pergaulan.
4. Periode bani Abbasiyah. Pemerintahan Abbasiyah berkeyakinan bahwa kejayaan pemerintahannya dapat bertahan bila bergantung kepada kemajuan agama Islam dan bahasa Arab, kemajuan agama Islam dipertahankan dengan cara melaksanakan kegiatan pembedahan/pegkajian Al-Quran terhadap cabang-cabang disiplin ilmu pengetahuan baik ilmu agama ataupun ilmu pengetahuan lainnya. Bahasa Arab Badwi yang bersifat alamiah ini tetap dipertahankan dan dipandang sebagai bahasa yang bermutu tinggi dan murni yang harus dikuasai oleh putra-putra bani Abbas. Pada abad ke empat H bahasa Arab fusha sudah menjadi bahasa tulisan untuk keperluan administrasi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan bahasa Arab mulai dipelajari melalui buku-buku, sehingga bahasa fusha berkembang dan meluas.
5. Periode ke lima. Sesudah abad ke 5 H bahasa Arab tidak lagi menjadi bahasa politik dan adminisrasi pemerintahan, tetapi hanya menjadi bahasa agama. Hal ini terjadi setelah dunia Arab terpecah dan diperintah oleh penguasa politik non Arab “ Bani Saljuk” yang mendeklarasikan bahasa Persia sebagai bahasa resmi negara Islam dibagian timur, sementara Turki Usmani yang menguasai dunia Arab yang lainnya mendeklarasikan bahwa bahasa Turki sebagai bahasa administrasi pemerintahan. Kelak saat itu sampai abad ke7 H bahasa Arab semakin terdesak.
6. Periode bahasa Arab di zaman baru/modern. Bahasa Arab bangkit kembali yang dilandasi adanya upaya-upaya pengembangan dari kaum intelektual Mesir yang mendapat pengaruh dari golongan intelektual Eropa yang datang bersama serbuan Napoleon.
a. Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar disekolah. Waktu-waktu perkuliahan disampaikan dengan bahasa Arab.
b. Munculnya gerakan menghidupkan warisan budaya lama dan menghidupkan penggunaan kosa kata asli yang berasal dari bahasa fusha.
c. Adanya gerakan yang yang telah berhasil mendorong penerbit dan percetakan dinegara-negara Arab untuk mencetak kembali buku-buku sastra Arab dari segala zaman dalam jumlah yang sangat besar dan berhasil pula menerbitkan buku-buku dan kamus bahasa Arab.
Munculnya kesadaran dari intelektual Arab yang mempertahankan bahasa Arab dari berbagai kritikan terhadap bahasa Arab yang datang dari non Arab atau dari orang Arab sendiri untuk mempertahankan bahasa Arab, tidak hanya sebagai bahasa agama, melainkan sebagai bahasa nasional dan diwujudkan melalui :
a. Adanya usaha-usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Arab seperti Majma’ al-Lughah al-‘Arabiyyah Th 1934 di Mesir. Tujuannya untuk memelihara keutuhan dan kemurnian bahasa fusha dan melakukan usaha -usaha pengembangan agar menjadi bahasa yang dinamis, maju dan mampu memenuhi tuntutan kemajuan dunia ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya.
b. Mendirikan lembaga pendidikan khususnya pengajaran bahasa Arab seperti Al-Azhar Jurusan Bahasa Arab. Perhatian bangsa Arab tidak hanya terjadi di Mesir tetapi terjadi pula di negara Arab lainnya.


Sabtu, 06 Juli 2013

KPI SMK As-Siddiqy Bletok




MUQADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله رب العالمين, وبه نستعين على أمورالدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين, سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين, أمابعد.
Segala puji bagi Allah ppemelihara alam semesta, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW., keluarga dan sahabatnya.
'Amma ba'du: Buku super kecil ini kami susun dalam rangka Tour Wali Jawa Timur (wali lima), oleh siswa/siswi SMP dan SMK as-Siddiqy yang ada dalam naungan Pondok Pesantren Darul Mubtadi'in Bletok Bungatan Situbondo Jawa Timur
Buku kecil ini membahas tentang tata cara shalat dalam perjalanan (musafir), yang pada biasanya bagi orang awam sering merasa dipersulit oleh shalat, padahal didalam hukum Islam sangat mempermudah bagi pemeluknya, satu contoh adalah shalat jamak dan qashar, sebagaimana yang akan diuraikan dalam buku kecil ini.
Akhirnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih. Semoga buku kecil ini bermanfa'at dan mendapat ridlo-Nya. Amin.

3 Pebruari 2010
     Penyusun
      
   Hanif Asyhar

SHALAT QASHAR DAN JAMAK
I.                 Shalat Qashar
Shalat qashar ialah shalat yang diringkas, yaitu shalat fardlu yang raka'atnya empat, dijadikan dua raka'at saja. Shalat fardlu yang dapat di-qashar ialah, Zhuhur, Ashar, dan Isya'.
A.       Syarat Shalat Qashar
Hukum shalat qashar itu boleh, dengan syarat sebagai berikut;
1.    Bepergian bukan karena maksiat
2.    Jarak bepergian minimal 16 farsakh (88,74 km)
3.    Shalat yang di-qashar itu harus shalat Ada' (shalat yang dikerjakan sesuai dengan waktunya) bukan shalat qadla'
4.    Niat qashar dilakukan ketika Takbiratul Ihram
5.    Tidak boleh bermakmum pada orang muqim (orang tidak bepergian)
B.      Niat Shalat Qashar (Tidak Jamak)
1.    Shalat Zhuhur
أصلى فرض الظهر ركعتين قصرا أداء لله تعالىٍ
2.    Shalat Ashar
أصلى فرض العصر ركعتين قصرا أداء لله تعالىٍ
3.    Shalat Isya'
أصلى فرض العشاءٍ ركعتين قصرا أداء لله تعالىٍ
II.            Shalat Jamak
Shalat jamak ialah dua shalat fardlu yang dikumpulkan dalam mengerjakannya pada satu waktu, umpama shalat zhuhur dan ashar yang dikerjakan bersama-sama diwaktu zhuhur atau ashar.
Hukum shalat jamak ini boleh bagi orang yang sedang dalam bepergian (musafir), dengan syarat-syarat seperti yang tersebut dalam shalat qashar.
Shalat yang boleh di-jamak (dikumpulkan) ialah shalat zhuhur dengan ashar dan shalat maghrib dengan isya'.
A.      Jamak Taqdim dan Ta'khir
Apabila shalat zhuhur dan ashar dikerjakan pada waktu zhuhur disebut jamak taqdim, tetapi apabila dikerjakan pada waktu ashar disebut jamak Ta'khir
B.      Syarat Jamak Taqdim
1.    Dimulai dengan shalat yang pertama (shalat zhuhur dan ashar dikerjakan pada waktu zhuhur demikian pula shalat maghrib dan isya' dikerjakan pada waktu maghrib)
2.    Niat jamak diawal shalat yang pertama (bersamaan dengan takbiratul ihram)
3.    Berturut-turut antara shalat yang pertama dan kedua (antara dua shalat tidak diselingi dengan pekerjaan lain yang melebihi ukuran shalat dua rakaat).
C.        Syarat Jamak Ta'khir
Syarat jamak Ta'khir harus niat pada waktu shalat yang pertama (zhuhur atau maghrib) bahwa ia akan melakukan shalat yang pertama diwaktu yang kedua.
D.      Niat Shalat Jamak
1.    Niat Shalat Jamak Taqdim Zhuhur dan Ashar
أصلى فرض الظهر أربع ركعات مجموعا اليه العصر أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض العصر أربع ركعات مجموعا الى الظهر أداء لله تعالىٍ
2.    Niat Shalat Jamak Taqdim Maghrib dan Isya'
أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا اليه العشاء أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض العشاء أربع ركعات مجموعا الى المغرب أداء لله تعالىٍ
3.    Niat Shalat Jamak Ta'khir Ashar dan Zhuhur
أصلى فرض العصر أربع ركعات مجموعا اليه الظهر أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض الظهر أربع ركعات مجموعا الى العصر أداء لله تعالىٍ
4.    Niat Shalat Jamak Takhir Isya' dan Maghrib

أصلى فرض العشاء أربع ركعات مجموعا اليه المغرب أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا الى العشاء أداء لله تعالىٍ
E.      Niat Shalat Jamak Taqdim Dan Ta'khir Qashar
1.    Niat Shalat Jamak Taqdim Qashar (Zhuhur dan Ashar)
أصلى فرض الظهرركعتين قصرا مجموعا اليه العصر أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض العصرركعتين قصرا مجموعا الى الظهر أداء لله تعالىٍ
2.    Niat Shalat Jamak Taqdim Qashar (Maghrib dan Isya')
أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا اليه العشاء أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض العشاء ركعتين قصرا مجموعا الى المغرب أداء لله تعالىٍ
3.    Niat Shalat Jamak Takhir Qashar (Ashar dan Zhuhur)
أصلى فرض العصرركعتين قصرا مجموعا اليه الظهر أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض الظهرركعتين قصرا مجموعا الى العصر أداء لله تعالىٍ
4.    Niat Shalat Jamak Takhir Qashar (Isya' dan Maghrib)
أصلى فرض العشاء ركعتين قصرا مجموعا اليه المغرب أداء لله تعالىٍ
أصلى فرض المغرب ثلاث ركعات مجموعا الى العشاء أداء لله تعالىًٍٍ

PENUTUP
Demikian uraian kami tentang tata cara shalat bagi orang yang bepergian (musafir). Dan akhirnya kami ucapkan al-Hamdulillah 'Ala Ni'amillah wala Haula wala Quwwata illa Billah.